Urang Banten: Masyarakat, Sejarah, dan Kebudayaannya

Latar Belakang Sejarah dan Kondisi Banten dan Dasar Penulisan Buku
Dalam konteks perjalanan panjang Indonesia sebagai negara dan bangsa, Banten dikenal dengan orientasi keislaman masyarakatnya, dinamika kesultanannya, sejarah panjang mistisisme dan perlawanannya, dan keragaman etnis, bahasa, serta tradisinya. Setelah mewarisi tradisi perlawanan besar terhadap kekuatan asing, tradisi panjang perjuangan di Banten dapat ditelusuri hingga ke abad ke-16. Bersamaan dengan perlawanan terhadap kekuatan asing, Banten juga memiliki tradisi mapan sebagai pusat berbagai ilmu esoteris. Setelah Banten jatuh ke tangan Belanda, tiga bentuk kepemimpinan informal muncul dalam masyarakat Banten. Yang pertama adalah aristokrasi tradisional. Yang lainnya adalah ulama dan jawara (orang kuat lokal). Dari ketiganya, dua yang terakhir masih ada di masyarakat saat ini. Bahkan, mereka menjadi elemen penting dalam masyarakat Banten, tidak hanya selama periode kolonial, tetapi juga setelah kemerdekaan Indonesia, hingga hari ini (Pribadi 2008). Continue reading

Muslim Opposition to Logic and Theology in the Light of the Works of Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (d. 911/1505)

Several works of the Egyptian polymath, Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (d. 911/1505) invite us to take a fresh look at the much debated issues of the origins and status of theology and logic in Islam. As a staunch defender of the prophetic Sunna, al-Suyūṭī discussed these issues at several stages of his intellectual development. The result was a rich documentation of the history of the opposition to theology and logic in Islam, which deserves to be taken into account fully by modern scholars studying these issues.

Modern scholarship on the origin of Islamic theology can be divided into six views, respectively asserting: (1) the Hellenistic influence on the origin of Islamic theology; (2) Islamic theology mainly as the result of an internal development; (3) Christian influence on Islamic theology; (4) Jewish contributions to Islamic theology; (5) Persian features in Islamic theology; and (6) Indian elements in Islamic theology. Continue reading